Postingan

Man Proposes, God Disposes !

            Sebagai makhluk sosial, manusia tidak pernah bisa hidup sendiri tanpa berinteraksi dengan manusia yang lain. Aristoteles mengistilahkan keadaan ini dengan terminologi zoon politikon yang artinya manusia itu adalah makhluk sosial yang dikodratkan hidup dalam kebersamaan dengan sesamanya dalam tatanan masyarakat. kehidupan dalam kebersamaan itu berarti adanya hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Hubungan itu dapat berupa sebuah relasi atau interaksi.  Sebuah interaksi akan menghasilkan suatu menghasilkan sebuah umpan balik yang saling berlaku antara pihak-pihak yang melakukannya. Yang dimaksudkan dengan umpan balik disini adalah adanya kecenderungan pihak-pihak tertentu untuk mengikuti atau mengadopsi gaya hidup, karakter, kepribadian dan cara pandang pihak yang lain. Demikian juga dengan pihak yang lain, juga memiliki kecenderungan yang sama untuk meniru atau mengimitasi kebiasaan dan kepribadian yang kita milik...

Menjadi Tenaga Pengajar Itu Asyik !

Gambar
Apa yang terlintas di benak pembaca sekalian ketika mendengar atau membaca istilah tentang “tenaga pengajar”. Siapakah dia itu yang pantas menyandang gelar “pengajar”. Adakah dia itu guru di sekolah, guru ngaji di TPA, ustadz dan para da’i, dosen di kampus, tentor di bimbingan belajar, guru silat, pelatih sepakbola, pelatih bulu tangkis, pelatih bola voli dan pelatih beberapa cabang olahraga laiinya? Haruskah yang dikatakan “pengajar” itu mesti memiliki seragam yang khusus, harus memiliki instansi yang terakreditasi, serta haruskah dia itu seorang pegawai negeri? Istilah pengajar pasti sangat berkaitan dengan istilah belajar. Sedangkan terminasi belajar itu sendiri sangat berdekatan dengan kata pelajar. Kesimpulan dari silogisme ini adalah seorang pengajar itu, mesti dan harus dekat dengan para pelajar. Kedekatan disini tidak saja diartikan sebagai kedekatan fisik dalam proses interaksi yang disebut dengan kegiatan belajar mengajar. Kedekatan fisik memang perlu, namun kedekatan emos...

Dan Aku pun (Bisa Jadi) Pembohong

Hai kamu! Iya, kamu! Kamu yang sedang membaca tulisan ini, atau kamu yang sedang menanti tulisan ini dan tulisan-tulisanku berikutnya. Apa kabarmu disana? Aku harap kamu baik-baik saja dan semoga diberikan kesehatan yang prima sehingga selalu semangat menjalani hari. Maaf, tak banyak yang bisa aku berikan saat ini. Baik perhatian, maupun hal-hal yang dapat menyenangkanmu. Kamu tentu tahu, ada jarak yang membatasi sehingga diri ini tak mampu menyanggupi. Mungkin, kamu perlu tahu bahwa aku selalu menitipkan salam pada mentari pagi agar sinarnya mampu menghangatkanmu dari kerasnya hari. Di malam hari aku  juga meminta bintang dan sang rembulan untuk terus memancarkan cahayanya yang temaram agar dirimu tidak merasa sendirian dalam kesunyian. Kamu. Iya, kamu! Kamu yang bersama tulisan-tulisan selama ini menjadi penghubung cerita-cerita diantara kita. Kelihatannya asik juga ya bercerita lewat media? Ya, meskipun belum sekalipun kita bertatap muka. Kadang aku juga sempat bertanya-tan...

English Contest : a story of being an “Adju”

Gambar
Sunday April 20, 2014 was a little bit special for me. On that day, I was honoured   a chance to be an adjuricator in an English contest. The contest regarded to junior and senior high school students in South Aceh and Southwest Aceh district. However, I had never had an experience to be a judge in any formal contest before, for both of English or Bahasa competition. Therefore, having this kind of experience can be viewed as something extra ordinary chance. In addition, the opportunity become more prestigious because it was my first experience and it went to English spoken contest straightly. This English contest was held by SMA Unggul Labuhan Haji Raya and therefore, it took place SMA Unggul Labuhan Haji Raya as a host. In this contest there were several kinds of competition to be matched. They were English debate contest, English speech contest, poem reading, story telling, English writing and English drama. For the two earliest to be mentioned were the contests which I appoin...

Mari Berkenalan SOP (Part 2)

Gambar
Pada kesempatan sebelumnya kita telah membicarakan sedikit banyak tentang Statement of Purposes (SOP). Kali ini kita akan mencoba menjelaskan tentang kiat-kiat untuk membuat SOP yang bernilai tinggi serta berdaya jual. Seperti yang telah diulas pada pembahasan sebelumnya, SOP menyangkut kualitas kehidupan kita, maka bagi anda-anda yang berencana memenangkan beasiswa ke luar negeri yang mewajibkan kandidatnya membuat SOP mulai dari sekarang ubah dan perbaiki kualitas hidup anda, dari pribadi yang biasa-biasa saja menjadi insan luar biasa, penuh prestasi dan memiliki kontribusi untuk lingkungan sekitarnya.              Sebelumnya saya ingin sedikit bercerita tentang bagaiamana   saya bisa berkenalan dengan SOP. Perkenalan ini berawal ketika saya mengikuti seminar beasiswa di salah satu hotel ternama di kota Medan. Saat itu, ada dua pembicara dalam seminar yang diselenggarakan oleh Aminef tersebut. Salah satu pembicaranya adalah Mrs. Christy se...

Memenangkan Beasiswa, Siapa Takut !

Gambar
Tahun 2015 mendatang tidak akan pernah lagi sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2015, Asia Tenggara, khususnya Indonesia akan memasuki fase baru ( new era of globalisation ) yang disebut dengan ASEAN Economic Community (AEC) 2015. Dengan diberlakukannya AEC 2015 tersebut, batas kawasan dan wilayah menjadi kabur. Sehingga bukan lagi sebagai hambatan dan penghalang , yang tingkat persaingan dan kompetisi di kawasan regional ASEAN menjadi semakin tinggi dan kompetitif.             Pemberlakuan Skema AEC di tahun 2015 mendatang akan memberikan peluang bagi Indonesia untuk memasarkan berbagai keunggulan dalam negeri ( Competitive advantage of Indonesia ) secara lebih luas dan bebas kepada masyarakat ASEAN. Namun disisi yang lain, ini juga sekaligus menjadi tantangan berat bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapi persaingan dengan negara-negara ASEAN.             ...

Industri Otomotif Nusantara 2015

Gambar
Gaya hidup sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan pada manusia modern sekarang. Itu  dapat berupa keinginan atau sebuah kecenderungan. Salah satu bentuk kecenderungan yang paling pesat perkembangannya saat ini adalah kebutuhan manusia akan kendaraan atau yang biasa disebut dengan otomotif. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh China Association of Automobile Manufacturers (CAAM), mengatakan bahwa pertumbuhan penjualan kendaraan  di Cina mencapai 13,9 %  dengan total unit penjualan  lebih dari 20 juta kendaraan pada tahun 2013 (Anonymous, 2011).             Untuk kawasan regional ASEAN, pertumbuhan industri otomotif juga berkembang sangat pesat. Data yang dikeluarkan oleh ASEAN Automotive Federation (AAF) menyebutkan  penjualan otomotif di Asia Tenggara pada tahun 2007 sebanyak 1.886.537 unit dan meningkat menjadi 3.473.288 unit pada akhir tahun 2013. Pertumbuhan penjualan tersebut juga didukung ol...